Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kang Bangkak dan Mbah Lalar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kang Bangkak dan Mbah Lalar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Mei 2013

Membatasi Sifat Allah Hanya 20


Bukan seperti para ahlul bid'ah yg membatasi sifat Allah hanya 20, ada yang cuma 13 ada yang cuma 7 saja, manhaj salafy menetapkan semua yang ditetapkan Allah dan Rasulnya.

Mbah Lalar cuma menoleh sebentar, tidak menyahut.

Huuu udah gitu ngakunya ahlussunnah, capek deeeh, Kang mengejek.,...

Siapa yang membatasi Kang? akhirnya Mbah Lalar ngrespon juga.

Huuu pura2 gak tau lagi.....

Lha iya, siapa dan dikitab apa? Mbah Lalar tetap santai.....

Gak ngaku ya, kan kaum Asy'ari dan Maturidi yang bilang, hihihihi

Kalimat penetapannya gimana, dan dikitab apa, terus kamu pernah belajar sendiri atau pernah membacanya?

Alaaaah gak perlu berkelit deh, udah masyhur taeuk..,

Makanya tabayyun dulu pada yg berkompeten sebelum mengklaim, Bicara Mbah Lalar agak keras kali ini.

Kalau begitu langsung aja dijelaskan, kenapa antum antum membatasi sifat Allah?

Itu hanya batas minimal kurikulum resmi dari Asy'ariyah untuk bertauhid, bukan untuk Allah.

Maksudnya?

Maksudnya biar gundulmu itu aman dari segala macam pemikiran penyerupaan, Terang Mbah Lalar dengan Keras.

Ana belum paham Mbah.....

Makanya, ngaji yang tuntas, jangan sok tau!!!

dengan gemetar, Kang Bangkak mencoba bertanya, lalu kenapa tidak mengimani saja semuanya?

Semua yang mana!!! sifat Allah itu sempurna dan tidak terbatas, bagaimana mungkin Manusia yang terbatas mampu memahami yang tak terbatas?!? Mata Mbah Lalar berkilau menyambar muka Kang Bangkak yang mulai memucat.

Kang Bangkak kelihatan plonga plongo...,

Dengan memahami 20 sifat itu sama artinya dengan mengikat kesucian iman, dan termasuk Uluhiyah dan Rububiyyah yang sering kalian bagi-bagi itu.

Kang Bangkak tiba tiba mlongo dan tes.... ilernya ketes tak terasa.




Selasa, 16 April 2013

Hukum Wasilah Kepada Orang Shalih

MARAK DI STASIUN TV SWASTA YANG MENGGIRING UMMAT ISLAM UNTUK RAGU KEPADA AMALAN PARA SESEPUHNYA

Sore itu Kang Bangkak bertandang ke surau Mbah Lalar, mendekati santri-santri yunior, setelah lama berbasa basi, tibalah saatnya Kang Bangkak memulai gerilyanya, "jangan ikut tersesat seperti Mbah Lalar" !!!!

Maksudnya tersesat gimana, Ustadz? tanya santri terkecil di pojok yg sedang memegang Kitab Tashrifan.......

Ketahuilah wahai para Ikhwan, sesungguhnya wasilah itu ada yang masyru' dan ada yang syirik. Kang Bangkak semangat berceramah.

Seperti biasa di setiap waktu mendekati Maghrib, adalah saatnya Mbah Lalar wirid di kamarnya.

Contohnya?

Seperti Wasilah pada Wali/Nabi yang sudah mati, itu syirik!!!

Ehmwem...... Mbah Lalar dari belakang, tiba2 saja duduk di belakang Kang Bangkak.

Wasilah itu adalah berdoa dengan membawa sesuatu yg di cintai Allah kan Kang? lanjut Mbah Lalar dengan bertanya.

Eh uh..... kalo yg itu definisi mentahnya.......

Terus?

Wasilah itu boleh dengan membawa sesuatu yg dicintai Allah, seperti amal salih,,,

Amal Salaih itu Makhluq gak kang? tukas Mbah Lalar..

Selain Allah adalah Makhluq. Jawab Kang Bangkak agak lama....

Kalo Nabi/Wali dicintai Allah gak?

Pasti!!!

Nah Apakah Nabi/Wali yang sudah wafat, sudah tidak di cintai Allah? Kang Bangkak lama termangu.......

Atau ketika Nabi/Wali masih hidup itu makhluq, sedangkan kalo sudah wafat sudah tidak Mahluq? desak Mbah Lalar.

Kang Bangkak mlongo...matanya melorok, menerawang.......

Tapi kata Ustadz ana wasilah dengan orang mati itu syirik kok........

Lha iya apa bedanya Wali/ Nabi yang hidup dengan Wali/ Nabi yang sudah wafat, kan sama2 Mahluq, dan juga tetep di cintai Allah? tanya Mbah Lalar....

Tiga helai janggut Kang Bangkak brodol, karena lama sekali dia tarik keras-keras tanpa sengaja..........





Lanjut ke Hukum Berdoa dengan Bertawasul

Hukum Berdoa dengan Bertawasul

Kalo meminta Langsung aja udah terjamin diijabahi kenapa ya kok repot-repot bertawassul segala?

emang Allah mau ditipu? huuuh..benar-benar keyakinan yang aneh, Kang Bangkak mulai ngedumel.....

Otak ente aja yang ketutup daun kelor!!! bentak Mbah Lalar

Emang Ayat yang begitu jelas Antum bikin samar-samar ya Mbah? coba tuh artikan "Ud'uni astajib lakum" tuh kan ada jaminan langsung dari Allah, mau ngapain lagi? Kang Bangkak semakin mencerca dengan pertanyaan dan pernyataan...............

Berdoa itu adalah Otak dari Ibadah, dan Ibadah itu intinya adalah Tadzallul (menghinakan diri) kepada yg di Ibadahi.

Terus apa hubungannya dengan Tawassul? sergah Kang Bangkak dg senyum sinis.....

Ketika ente sebut Nama Wali misalnya dalam doamu, itu artinya ente telah mengakui kehormatannya, dan itu sama artinya ente telah menutup diri dari membanggakan apapun yg ente punya!!! dan itu adalah pengakuan yang seharusnya ente utarakan ketika berdoa.

Maksudnya?

Tawassul itu merupakan pintu lebar untuk TAADDUB kepada kekasih-Nya, wali!!! dan itu disuka sama Allah!!! masih bingung? jelas Mbah Lalar...

Kang Bangkak cuma mlongo, sekali-sekali memilin jenggotnya yg cuma tiga helai.....



Lanjut ke Hukum Wasilah dengan Orang Shalih